Membangkitkan Pertanian di Ujung Timur Indonesia

Sahabat JITU..
Pertanian merupakan faktor terpenting dalam kehidupan saat ini, karena darinya sumber kebutuhan sandang, pangan, dan papan kita dipenuhi. Pertanian Indonesia terus ditingkatkan produktivitas guna menopang kebutuhan terutama pangan, hal ini yang sedang pemerintah melalui kementannya lakukan di Merauke, daerah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Sumber daya alam yang melimpah membuat merauke dicanangkan menjadi lumbung pangan untuk wilayah timur Indonesia dan bahkan untuk nasional. Tahun 2016 luas lahan tanaman pangan di Kabupaten Merauke seluas 11.277,33 Ha dengan target pemerintah untukmembuka lahan sawah 1,2 juta Ha. Target tersebut perlu terealisasikan guna memenuhi target kedepan bahwa merauke akan menjadi lumbung pangan Indonesia.
Permasalahan yang timbul setelah kami mengunjungi merauke adalah sulitnya mencari air pada saat musim kemarau dating, hal ini terjadi pada saat kami berkunjung kesana. Lahan di merauke terakhir di panen pada bulan oktober menjelang musim kemarau tiba dan lahan tersebut akan diberakan hingga menunggu musim hujan kembali datang ke daerah tersebut. Permasalahan lainnya yaitu ketersediaan benih dan pupuk dalam mensuplai kebutuhan petani, hal ini menjadi faktor penting dalam menanam. Hal tersebut lah yang menyebabkan penanaman tanaman terutama padi hanya dilakukan sebanyak 2 musim dengan interval panen 4 bulan sekali, hal ini perlu lah dicarikan solusinya jika ingin menunjang program pemerintah menjadikan merauke sebagai lumbung pangan Indonesia.
Pada kesempatan ini, tim JITU 17 memberikan penyuluhan terkait pertanian organik pada tanaman pangan maupun palawija kepada para petani yang dikumpulkan oleh dinas pertanian di lahan pertanian distrik Tanah Miring. Petani menyambut baik kedatangan tim JITU 17 sebagai bentuk perhatian pemerintah dan perusahaan swasta dalam mendengarkan kondisi lapangan yang mereka rasakan secara langsung. Tim JITU 17 memberikan bantuan juga berupa pupuk hayati sebanyak 25karton untuk 50 Ha yang dapat digunakan pada lahan mereka, sebagai salah satu solusi dalam penyediaan pupuk bagi penanaman mereka. Uji coba akan dilakukan pada bulan januari – februari hal ini dikarenaka menunggu musim hujan tiba dan ketersediaan air untuk proses budidayanya.
Sebuah langkah kecil kami untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional..

Leave a Reply

Your email address will not be published.