Kontu Kowuna, Batu Berbunga yang Mensuplai Pangan Nasional

 

Kontu Kowuna atau Batu Berbunga merupakan panggilan masyarakat muna terhadap daerahnyakarena terdapat satu daerah yang terdiri dari gugusan batu, pada waktu tertentu keluar tunas – tunas tumbuhan pada gugugsan tersebut yang menyerupai bunga. Saat ini perkembangan pulau muna cukup pesat sudah terdapat dermaga besar yang dapat disandari oleh kapal pelni dan peti kemas dan juga bandara yang dapat mempermudah masyarakat luar untuk mengunjungi pulau muna.

Peningkatan infrasuktur ini membuat perekonomian masyarakatnya menjadi maju, karena produk yang dihasilkan oleh masyarakat dapat dijual keluar daerahnya. Manfaat ini juga di rasakan oleh para pelaku pertanian, dengan ada nya kapal peti kemas dan kapal pelni yang bersandar produk hasil bumi di Pulau Muna dapat disebarkan secara lebih luas. Dalam Ekpedisi PMK 2017 ini Tim JITU 17 mengunjungi Kota Raha yang terletak di Kabupaten Muna. Kota Raha sendiri merupakan salah satu tempat di wilayah Timur Indonesia yang memiliki potensi pengembangan pertanian pangan yang menjanjikan. Di Kabupaten Muna tim JITU 17 akan melakukan kegiatan penyuluhan mengenai pertanian organik dan memberikan bantuan pupuk sebanyak 10 karton untuk luas lahan 20 Ha.

Kegiatan tim JITU 17 diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari para petani, penyuluh pertanian, dan Pemerintah Kabupaten Muna yang berhasil di hubungi melalui Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Muna, Ir. Mowik serta dilakukan di Kecamatan Lohia. Dalam kegiatan penyuluhan yang diberikan, para peserta sangat antusias karena mengangggap penyuluhan pertanian inilah yang mereka butuhkan untuk meningkatkan pertanian mereka. PT. Suakabumi sendiri telah sanggup membantu dalam penyediaan pupuk bagi petani disana dan saat ini sedang melakukan percobaan pada tanaman jagung dan sayuran.

Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Muna dalam hal pengembangan pertanian pangan haruslah didukung oleh Pemerintah setempat seperti memberikan sarana dan prasarana yang menunjang dalam pengembangan lahan mereka. Seperti yang diketahui, masalah utama para petani disana adalah adanya gangguan dari hama (babi hutan) yang sering kali merusak lahan mereka, maka dari itu diharapkan Pemerintah setempat mampu memberikan solusi terbaik dalam upaya memberantas hama (babi hutan) bagi pertanian di Kabupaten Muna##

Leave a Reply

Your email address will not be published.