Kemampuan Produk JITU 17 dalam Peningkatan Hasil Padi pada Panen Raya di Indramayu

Kemampuan Produk JITU 17 dalam Peningkatan Hasil Padi pada Panen Raya di Indramayu

Produk JITU 17 berkesempatan untuk membantu dalam kegiatan panen raya yang diselenggarakan oleh GEMPITA (Gerakan Pemuda Tani Indonesia) di Kec. Lohbener Kab. Indramayu, Jawa Barat. Sebanyak 30 Kelompok Tani, 100 Petani, dan Instansi Pemerintah yang turut serta dalam kegiatan tersebut dengan garapan untuk panen raya tersebut seluas 100 Ha. Beberapa Kendala dalam Budidaya Padi di kawasan Indramayu, antara lain;

  • Sistem pengairan sawah, terdapat 2 tipe sawah yang terdapat di Kab. Indramayu yaitu sistem teknis dan non teknis. Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh lahan non teknis (tadah hujan) yaitu ketika hujan turun air tidak mengalir dengan baik sehingga terjadi penggenangan di areal sawah sedangkan pada saat musim kemarau tanah kekeringan dan menjadi pecah – pecah.
  • Terdapatnya serangan hama wereng dan penyakit busuk batang yang selalu menyerang pada setiap musim tanamnya.

Dua permasalahan di atas yang menyebabkan potensi hasil padi di daerah tersebut menjadi rendah.

Produk JITU 17 yang dipercaya dalam mengatasi hal tersebut memberikan hasil yang diinginkan oleh para petani. Peningkatan yang cukup signifikan dirasakan oleh para petani yang menggunakan produk JITU 17, seperti pa Mutholib1 yang mendapatkan hasil 2x lipat per bau-nya semula beliau hanya mendapatkan 3 ton per bau-nya meningkat menjadi 6 ton per bau-nya. Pa Salim2 pun demikian beliau mendapakatan hasil 7 ton per bau-nya. Peningkatan tersebut membuktikan produk JITU 17 memberikan efek langsung terhadap tanaman dan tanah, walaupun produk JITU 17 ini merupakan pupuk hayati, yang menurut beberapa literatur menyebutkan bahwa efek pemberian pupuk hayati tidaklah langsung melainkan berangsur. Menurut Simanungkalit3 dkk (2006), menjelaskan bahwa kinerja pupuk hayati sedikit lebih lambat karena mikroba yang terkandung bekerja sesuai dengan lingkungan tumbuhnya sehingga diperlukan adaptasi terlebih dahulu.

Dari foto di atas terlihat perbedaan yang mencolok antara kedua gambar tersebut, Produk JITU 17 memberikan jumlah bulir per malai yang lebih banyak, bulir terisi hingga punduknya, dan kematangan bulirnya merata. Menurut Pa Danuri4 beliau menggunakan produk JITU 17 100% pada lahannya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan petani lain yang tidak menggunakan produk JITU 17, lahan di daerah beliau kebanjiran pada saat hujan turun dengan deras. Lahan disekitar lahannya terkena serangan wereng dan rebah, tapi padi miliknya tidak terpengaruh maupun terserang.

Penggunaaan produk JITU 17 dalam kegiatan Panen Raya tersebut memberikan peningkatan serta keuntungan dalam usaha tani bagi para petani yang menggunakannya, tercatat Pa H. Dirga menjual GKP kepada tengkulak seharga Rp. 5.000 per Kg-nya dimana harga tersebut tertinggi selama beliau menanam padi, sedangkan harga yang biasa di tengkulak yaitu Rp. 4000 per Kg-nya

Leave a Reply

Your email address will not be published.